Minggu, 16 Oktober 2016

ku relakan apa yang tak seharuskan ku relakan 

 Dari sekian lama waktu bersama mu ku merasa bahagia bahkan lupa dalam kenangan? Ia kenangan dalam burukku yang terus membayangiku sejak dengan mu hadir disini semua sirna bayangan itu. Dahulu itu pertama kali saling sapa dan akrab di benak ini tidak ada satu pun yang membuat berubah ya? Bisa dibilang biasa saja, tapi kini sudah berubah semua berubah kau membuatku nyaman dengan ocehanmu canda tawamu dan semuanya membuatku sangat- sangat luluh di hadapan mu. Tak semudah itu semuanya butuh proses tentang arti kita dalam mimpi yang sempurna ini layaknya mimpi indah yang hanya bisa dirsakan dalam imajinasi setelah bangun semuanya telah tiada diriku mulai merasa dalam kesunyian sadarkah aku yang berjalan terlebih dahulu kini tinggal dalam kehampaan terdiam terpana terbata dalam satu keraguan. ini tak semudah seperti ini setiap malam kumenagis sendiri dia yang ku cinta telah pergi semua ini terjadi dan  ku tak sanggup menahan kenyataan hati ini mengapa semua terjadi sesingkat ini aku tak sanggup menangis perih seperti ini lupakanlah dariku , pernah di hari itu aku acuhkan kan mu semenjak sikapmu mulai berubah tapi semua itu gagal aku tidak bisa membiarkan mu pergi meskipun kau bukan segalaku karena wajah mu selalu di lumuri senyum manis mudah terbaca dari garis garis pipi mu waktu telah menggilas semuanya dia tinggal punya cinta. pengorbangan ku sia sia perjuanganku yang mengasihi bahkan tangan dan kaki rela ku serahkan dan darah keringat ku rela cucurkan bukan hanya untuk ukir namamu di benak ku tapi aku ikhlas demi langit bumi bersumpah membertatahankan setiap jengkal cintaku padamu. Tapi dimatamu masih tersimpan selakasana peristiwa benturan hempasan terpahat yang membuatmu tidak sadar bahwa aku yang terlebih dahulu berjalan. Waktu masih tersisa tinggal menunggu perhitungan hari saja kau menghancurkan segalanya dari ku aku berharap semoga pilihanmu itu yang terbaik buat dirimu bila masih mungkin kita diberi kesempatan untuk mengungakap kan hati ini aku tidak bisa melangkah lagi meskipun Aku melihatmu begitu sempurna dan aku mencintaimu ketika aku melihat kekuranganmu dan aku semakin cinta. Dari sekian kata yang terberai rindu setia terkait di bahumu kamu yang betahta di sengsana rinduku aku sadar kita tidak bisa memilih cinta kepada siapa,  tapi kita bisa memilih benar atau tidaknya perasaan ini aku tidak menyalahkan mu karena telah mengisi ruang ingatan ku pernah disuatu senja kita bertukar cerita tentang apa yang ada berbagi kisah bercanda dalam waktu kutemani dalam segelak tawa bertukar cangkir menghangatkan kata diantara kita saat malam masih belum beranjak sepenuhnya ku temani langkahmu berjalan semangati kaki dirimu ketika mulut ini mulai rapuh aku teringat lagi perjalan yang menemukan kita mempererat dalam waktu mendekatkan dalam rindu berawal dari sekedar ucapan hingga akhirnya menemukan kenyamanaan senyumu selalu mengembang dari pipi saat langkah menemui tujuan terimakasih telah mengantarkan titik ini kepadaku dengan segenap cinta aku bertanya dalam rindu ini masih milikmu dan aku menunggumu dan  Pada akhirnya kata rindu yang sudah kutulis ini belum ku kirim setelah aku sadar bahwa kita sedang sama-sama belajar untuk saling menjauh dan ketika esok kita tak bersama setidaknya aku tahu kita pernah mempunyai sesuatu yang berarti untuk di genggam yaitu kenangan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar